Selasa, 12 Januari 2016

Mengasihi dengan Kasih Yang Senantiasa Diperbaharui

Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Korintus 13:7)
Mengasihi dapat menjadi sesuatu yang sangat melelahkan. Jangan biarkan orang lain memperdaya Anda. Jenis kasih yang benar-benar membawa perbedaan yang ada di dunia ini akan mengambil segala sesuatu yang Anda miliki.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ada kalanya Anda akan merasa bahwa Anda tidak lagi memiliki kasih untuk dibagikan. Mungkin Anda berada di lingkungan kerja yang secara intensif berhubungan dengan banyak orang seperti guru, sales atau penyedia jasa lain dan ketika pulang kerja berkata, “Saya tidak sanggup lagi menangani kebutuhan, masalah ataupun luka hati lagi.” Jadi yang Anda lakukan hanyalah menutup diri.
Atau mungkin Anda harus menunjukkan kasih Anda kepada seseorang yang sangat suka menuntut, mementingkan diri sendiri dan tidak pernah membalas kasih Anda. Dan Anda berkata dalam pikiran Anda, “Cukup. Tidak akan aku lakukan lagi.”
Secara manusia, hal tersebut memang wajar dan sangat menusiawi, namun, itu bukanlah standar dari kasih yang Tuhan tetapkan bagi kita para pengikutNya. Alkitab mengatakan,

“ Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Korintus 13:7)
Kasih tidak pernah menyerah! 
*courtesy of PelitaHidup.com
Bagaimana caranya agar kita bisa memiliki kasih yang teguh semacam itu terhadap seseorang? Kasih yang ada dalam diri Anda dan saya harus senantiasa diisi kembali atau diperbaharui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar